Statistik

Online: 0
Visits today: 0
Total visits: 39925

Percaya

Pada jejak-jejak yang kita tinggalkan

Pada bayang-bayang yang akan hilang juga

Dan semilir angin pantai yang menerbangkan butiran pasir

Di antara garis-garis cahaya guruubu-syams  yang memanjakan siluet

Biarkan

Semua mengalir apa adanya

Keindahan itu akan kau rasakan

Ketika kau rela tentang semuanya

Ketika kau percaya

Bahwa Ia, hanya Ia,

Sebaik-baik Pembuat Skenario

### Ketika Terik dan Debu pada Gg. Haji Arnin

Solusi Anak 11 Tahun

Ke asrama

Sedang mengejar deadline menulis artikel, mendadak notebook saya bermasalah. Keyboard-nya tidak bereaksi meski ditekan berkali-kali. Search di internet lewat hp solusi tentang ini, disarankan melepaskan baterai. Ok, saya lakukan dan tetap tidak ada perbaikan. Terpaksa saya melirik notebook lama, yang juga sudah sempat bermasalah. Bismillah. DynaBook, be good to me. Dengan usaha terakhir, file-file saya back-up. Untuk membuka locker di hardisk luar, saya menggunakan alternatif copy-paste setiap huruf. Syukurlah, bisa. Ini sebuah kelalaian tidak sejak

Selengkapnya…

Writing Blocks

Menulis itu Adalah…

Kena lagi. Entah kenapa. Berkali-kali mau menulis, berhenti di paragraf kedua atau ketiga saja. Mungkin banyak khilaf, banyak dosa, banyak… Saya ingat salah satu guru bahasa Jepang saya, usianya sudah sangat renta, mungkin kalau untuk ukuran orang Indonesia, sudah pantas punya cicit. Suaminya professor di sebuah universitas di Jepang, dan dia sendiri juga masih aktif bekerja di universitas. Beliau adalah pemeriksa bahasa untuk naskah-naskah ilmiah, seperti skripsi, tesis, desertasi.

Selengkapnya…

Hidup Hanya Sekali

Sampaikan kami ke langit

Saat sedang sarapan, Si Sulung tiba-tiba saja bilang, “Kupikir kita itu harus benar-benar enjoy life, kan cuma sekali.”

Saya yang sedang melengkapi hidangan di meja makan, spontan berkomentar, “Betul. Hidup itu harus dinikmati.”

“Ya kan Maah, rugi amat hidup yang cuma sekali gak dilewati dengan senang,” sahutnya gembira mendapat persetujuan.

“Eh, tapi hidup gak cuma sekali!” kata saya dengan cepat.

“Eh? Hidup cuma sekali, lagih…,” kata Si

Selengkapnya…

“That’s Who I Am!”

Open Your Eyes

Beberapa hari yang lalu, saat sedang di sebuah penginapan di kota kelahiran saya, Si Sulung terlibat perbincangan yang menjurus ke arah pertengkaran dengan Si Tengah. Si Sulung yang sudah melewati masa-masa jelang akil-balig-nya, kini tampil lebih “cool”, dewasa, bisa mengendalikan emosinya. Karenanya, pertengkaran tidak memuncak. Ujung-ujungnya, Si Sulung mengajak saya masuk ke dalam perbincangan itu.

“That’s who I am…, hmh…, that’s who I am… Hm… Saya pikir perkataan itu tidak benar. Ya kan,

Selengkapnya…

PENGEN TAMBAH COWOK

We're Sisters

“Uuuh…, masak sih kelas 8 cowoknya nggak nambah…,” keluh Si Sulung tiba-tiba saat kami sarapan berdua. Bapaknya sudah berangkat kantor, dua adiknya sedang di rumah sepupunya.

Saya terdiam mendengarnya. Menunggu kelanjutan kata-katanya. Sepertinya menarik ini. Anak gadisku sudah besar?

“Oooh, ayo dong, cowoknya nambah dong…!” keluhnya lagi sambil mengubah-ubah posisi duduknya mengisyaratkan suasana hati yang tidak nyaman.

Saya masih diam.

“Masak kelas 8 cuma nambah satu doang, cewek pula.”

Saya

Selengkapnya…

UJIAN HATI (2)

Banyak Teman nesia@2007

“Mama, sepertinya asyik yah kalau kita pelihara anjing?” sahut Si Tengah tiba-tiba dari meja makan.

“Eh? Kan nggak boleh?”

“Yaa, siapa tahu saja asyik. Di antara semua binatang peliharaan, anjing yang paling pintar loh, Ma!”

“Kalau sudah dilarang dalam agama, itu berarti gak asyik, pasti ada kejelekannya yang mungkin sekarang kita gak tahu.”

“Siapa tahu itu ujian?”

“Ujian?”

“Iya, untuk menguji.”

Saya masih belum bisa meraba arah

Selengkapnya…

UJIAN HATI

a little princess in a park nesia@2007

“Tolong, berhentilah memainkan lagu itu,” kata saya pada Si Sulung yang mamainkan Canon D di keyboard-nya. Hadiah ulang tahunnya yang kedelapan waktu di Jepang. Di SD sana, setiap anak SD diajari membaca not balok dan memainkan beberapa alat musik, setidaknya pianika dan recorder.

“Memangnya kenapa, Mah?”

“Hati Mama lemah mendengarnya.”

“Loh, hati kan tidak boleh lemah?” kata Bapaknya, yang tiba-tiba

Selengkapnya…

Keanehan Pelajar

my home my office @nesia-2011

Tanda-tanda keanehan apakah ini, bila seorang murid yang terlambat, meminta sang guru untuk memperlambat pengajarannya (supaya dia bisa menyiapkan bukunya, tanya teman halaman berapa yang dipelajari), melarang sang guru menghapus papan tulis (supaya dia bisa salin), dan ketika teleponnya berdering, maka ia pergi ke luar dan meminta sang guru untuk mem-pause penjelasannya, sampai dia selesai dengan hapenya.

Betul, Sang Guru layak menjadi adik bagi murid itu. Tapi seorang guru tetaplah seorang

Selengkapnya…

Kecele Spidol

読めるかい?

Setiap hari di kampus, ada tiga kuliah. Pada suatu hari di awal semester 3 yang menyenangkan *笑*, ada kejadian menarik terkait spidol.

Seperti layaknya ruang belajar umumnya, di kelas kami tersedia papan whiteboard dan spidol dalam jumlah cukup. Cukup dari segi jumlah fisiknya: 4-5 batang. Tapi sering tidak cukup dari segi tintanya. Kuliah pertama berjalan. Dosen bolak-balik kecele ambil spidol. Dari semua spidol yang ada, hanya satu di antaranya yang tintanya masih ada. Masalahnya, Sang

Selengkapnya…

Page 1 of 212»