Statistik

Online: 0
Visits today: 94
Total visits: 39925

Dua Generasi

أهلا بك من جديد يا أبانا

Semalam, saat mengeloni Si Bungsu menjelang tidur, mendengarkan ceritanya dan menyisir-nyisir rambutnya, sembari menghirup wangi kanak-kanaknya –yang saya sebut sebagai bagian dari wewangian surgawi–, saya sudah merasakan sesuatu yang tidak beres. Suhu badannya agak lebih hangat dari sewajarnya. Tapi tak ada keluhan yang lain, tak ada gejala sakit yang saya lihat, sehingga saya biarkan tak mengeceknya lebih jauh.


“Si Bungsu demam,” kata suami, saat saya

Selengkapnya…

Ingin Peliharaan

Busy is fun

Belakangan ini, Si Bungsu mendesak ingin memelihara binatang. Waktu di Jepang, memang kami selalu punya binatang peliharaan. Ikan, kura-kura, udang kecil, lobster, kalomang, burung merpati, sampai kelinci… Namun, sejak pindah ke Indonesia, kami jadi jarang punya peliharaan, meski bukan tidak pernah. Hampir genap 3 tahun di tanah air, kami sempat pelihara hamster sampai punya anak, ikan, kura-kura dan lobster.

Hingga, pada pertengahan tahun 2012, Si Bungsu terserang asma yang

Selengkapnya…

ZARIGANI

Namaku Didi nesia@2012

Selama hampir setahun terakhir, peliharaan anak-anak cuma sepasang kura-kura. Padahal, waktu di Jepang, banyak sekali. Ada ikan, udang, kalomang, kura-kura, kelinci, zarigani. Kura-kura yang sudah setahun di rumah, akhirnya kami lepas ke kali dekat kompleks. Pasalnya, kami satu keluarga sangat sibuk hingga tak sempat merawat. Kuatir menzalimi, kami merelakannya bebas.

Kemarin, iseng-iseng saya mampir di penjual tanaman. Usai membeli beberapa tanaman hias, saya ke penjual di sebelahnya. Dari luar memang tampak ada

Selengkapnya…

UJIAN HATI (2)

Banyak Teman nesia@2007

“Mama, sepertinya asyik yah kalau kita pelihara anjing?” sahut Si Tengah tiba-tiba dari meja makan.

“Eh? Kan nggak boleh?”

“Yaa, siapa tahu saja asyik. Di antara semua binatang peliharaan, anjing yang paling pintar loh, Ma!”

“Kalau sudah dilarang dalam agama, itu berarti gak asyik, pasti ada kejelekannya yang mungkin sekarang kita gak tahu.”

“Siapa tahu itu ujian?”

“Ujian?”

“Iya, untuk menguji.”

Saya masih belum bisa meraba arah

Selengkapnya…

Keanehan Pelajar

my home my office @nesia-2011

Tanda-tanda keanehan apakah ini, bila seorang murid yang terlambat, meminta sang guru untuk memperlambat pengajarannya (supaya dia bisa menyiapkan bukunya, tanya teman halaman berapa yang dipelajari), melarang sang guru menghapus papan tulis (supaya dia bisa salin), dan ketika teleponnya berdering, maka ia pergi ke luar dan meminta sang guru untuk mem-pause penjelasannya, sampai dia selesai dengan hapenya.

Betul, Sang Guru layak menjadi adik bagi murid itu. Tapi seorang guru tetaplah seorang

Selengkapnya…

Bawang Merah, Bawang Putih

::Gila Buku::Tokyo Book Fair @nesia-2009 , Tokyo

Telepon berdering. Dari seberang, suara seorang perempuan terdengar lelah.

“Aduh, tobat-tobat rasanya ngurusin ntu anak. Gak ada abisnya naek ojek. Udah dikasi duit buat angkot doang, pulang-pulang pake ojek lagi terus minta duit tambahan…!”

Saya hanya bisa terdiam. Saya tahu, perempuan ini hanya membutuhkan telinga yang mau mendengar, bukan mulut yang sok menasehati.

“Ntu anak kebangetan banget dah.

Selengkapnya…

Pacaran

The beauty of children-friendship @nesia-2007 , kanagawa-ken

Subuh yang sunyi. Si Tengah di rumah sepupunya, Si Bungsu saya biarkan lelap –semakin nyenyak bila tidur di kamar mamanya–, Sang Ayah sedang di luar kota. Setumpuk buku dan kertas berserakan di meja makan. Saya masih berkutat dengan artikel yang harus saya selesaikan, ketika Si Sulung datang dan duduk berhadapan dengan saya.

“Mama, jelaskan pada saya, kenapa tidak boleh pacaran.”

Saya menatapnya dalam-dalam. Sosok mungilnya menjelma di kepala.

Selengkapnya…

Si Anak Pagi

Curious Girl @nesia-2011

Saat bersiap-siap salat subuh, terdengar suara pintu berdebam di lantai atas. Saya dan suami berpandang-pandangan. “Siapa?” gumam suami.

“Si Sulung, kali. Sebel gara-gara lampu di kamarnya dinyalakan. Tadi Mama bangunin biar salat bareng.”

Tak lama kemudian, ada suara kaki menuruni tangga. Lalu, dari balik lemari buku raksasa yang menutupi tangga, muncullah wajah mungil Si Bungsu.

“Mau ikut Bapak!” katanya, sambil menyeret mukenah biru yang baru saya belikan beberapa hari yang lalu.

Selengkapnya…

FASE BARU

“Mama, saya gak tahu caranya bisa salat khusyuk,” keluh si Tengah di usia 10 tahun.

“Perlu mengerti arti bacaan salat.”

“Tapi bagaimana caranya?”

“Hafalkan. Resapi.”

“Terus, kalau begitu, jadi khusyuk?”

“Yah… setidaknya lebih dekat pada khusyuk. Bisa serasa lagi curhat sama Allah. ‘Wahai Allah, tunjuki aku jalan yang benar…, Wahai Allah, Dzat-Mu-lah yang Maha Suci…’, sambil mengatakan itu, kita adukan segala permasalahan kita. Keinginan kita, ketakutan kita, harapan kita.”

Tatapan Si Tengah menyiratkan pertanyaan dan kebingungan yang lebih jauh.

Mendadak saya sadar, Si Tengah bukan anak

Selengkapnya…

Dua Ibu di Tempat Kursus

belajar berhitung di rumah

Saat sedang menunggui anak-anak kursus, seorang ibu masuk mengantar anaknya. Dia lalu duduk di sebelah saya. Rupanya, ibu ini sudah kenal baik dengan beberapa ibu lainnya. Mereka lalu ngobrol panjang lebar, sementara saya tetap diam tak ikut campur.

Ibu yang baru masuk itu mengeluhkan anaknya yang tidak menjawab beberapa soal ujian akhir Bahasa Inggrisnya di sekolah.

“Gemeees banget. Padahal gampang. Tahu kan Bu, sekarang anak-anak… Nilai beda nol komaaa saja, udah pengaruh banget…”

Saya

Selengkapnya…