Statistik

Online: 0
Visits today: 0
Total visits: 39925

Launching, Tanda Tangan, Nama Pena

“Bu, bisa minta tanda tangannya?”

Saya mendengar seseorang berbicara di dekat saya. Tapi saya tidak memedulikannya, terus saja membaca.

“Maaf, Bu Nesia, bisa minta tanda tangannya?”

Saya mendongak. Suster yang tadi membantu dokter menangani Si Tengah, jelas-jelas menujukan kalimatnya ke saya.

“Eh?”

Saya masih butuh beberapa detik untuk bereaksi. Sebab di luar dugaan sama sekali, seorang suster menyapa saya begitu, dan saya tahu aturan baku di rumah sakit itu terkait sopan santun: tidak membolehkan para suster bersapa terlalu

Selengkapnya…

Hentikan Amal

japanese

Subuh telah tiba. Enam setengah jam dari umurku lewat dalam mimpi. Para pejuang itu, mencukupkan tidurnya di jumlah empat jam (saja).

Sebuah bisikan datang. Bukan sebuah, tapi banyak. Hentikan saja satu amal yang telah kau mulai. Sesungguhnya ia tak lebih bermakna dibandingkan amal yang tidak lagi bisa kau kerjakan, kau lanjutkan.

Baiklah. Amal yang kalian inginkan aku hentikan itu, bukankah sudah aku hentikan beberapa waktu ini? Lalu, apakah hasil amal lain sebagai penggantinya?

Tidur yang lebih panjang.

###

Bambu

Selengkapnya…

Tujuh Pohon, Bukti Kayanya Indonesia

jantung pisang

Saya teringat waktu di Jepang, susah benar rasanya bercocok tanam. Supaya bisa berbunga atau berbuah dengan baik, perlu beli tanah khusus. Menanamnya tertentu waktunya, karena Jepang adalah negara empat musim. Kalau mau menikmati bunga tulip bermekaran di awal musim semi, perlu menanam bibitnya di pertengahan musim gugur. Tidak sesederhana itu. Perubahan musim juga tidak sama di seluruh Jepang. Itulah sebabnya, ketika membeli bibit (sekali lagi, supaya dapat hasil optimal, bibit juga perlu dibeli),

Selengkapnya…

Yang Tersisa dari Kelas Pidato

Menembus Macet

Masa kuliah semester ganjil Sastra Jepang baru selesai. Salah satu yang saya ikuti adalah Happyou 3, atau pidato.

Ada sesuatu yang menarik yang tak mau lepas dari ingatan saya. Tentang isi pidato sebagian besar teman-teman. Rata-rata memuji-muji negara lain dan menjelek-jelekkan negaranya sendiri. Begitu banyaknya, sehingga saya jengah mendengarnya.

Saya heran sebenarnya, ada apa dengan mereka? Kenapa perlu selalu mengungkit-ungkit kejelekan bangsa sendiri?

Satu hal yang sering mereka soroti adalah Indonesia itu kotor, banyak sampah, dan tidak demikian

Selengkapnya…