Statistik

Online: 0
Visits today: 0
Total visits: 39925

Pilihkan Aku Baju, Mama

Curious Girl @nesia-2010

Si Bungsu sudah (baru? masih?) 7 tahun. Ada satu sifat (sikap?) yang masih lumayan kental di jiwa kanak-kanaknya. Sifat yang tak lagi melekat pada diri kakaknya, Si Tengah, ataupun Si Sulung. Saya bahkan tak ingat sifat ini pernah dimiliki keduanya.

Sifat itu adalah senantiasa minta dipilihkan baju yang akan ia kenakan.

Kadang-kadang, di saat sedang sibuk sekali, saya merasa sifat Si Bungsu ini sebagai sebuah gangguan. Bagaimana tidak, ia minta dipilihkan baju tidak hanya saat mau bepergian. Tapi

Selengkapnya…

Semester 4

Kuliah semester 4 sudah berjalan selama dua pekan. Adakah yang berbeda dari semester-semester sebelumnya? Setidaknya ini:

1. Dua teman sekelas yang masih single, pindah kelas. Satu lagi, sepertinya akan berhenti kuliah karena rumahnya di Tangerang. Katanya, tiap pagi kalau mau kuliah, ia harus berangkat begitu usai salat subuh. Sedih mendengarnya, mencoba carikan jalan, tapi masih saja buntu. Allah pasti punya rencana sendiri atas segala hal.

2. Ada seorang Ustadz yang baru pertama kali mengajar di kelas kami. Mengisi jam pertama, dan

Selengkapnya…

Refleksi Pagi: Damai

Gagak di Musim Gugur, Shounandai, Kanagawa-ken. @nesia-2009

:: tulisan ini dipublikasikan di sini ::

DENGAN motor yang lumayan baru, laki-laki muda itu setiap pagi mengantar istrinya bekerja.  Mereka tidak berdua. Ada manusia mungil yang senantiasa menyertai mereka. Bocah laki-laki, kira-kira berusia tiga tahun. Bercukur cepak ala tentara.

Jika sempat dan kebetulan berbusana siap keluar, saya memberi sebungkus makanan ringan atau susu dus anak itu, lewat ibunya. Sang Ibu akan menerima

Selengkapnya…

Ziarah Kubur

Dupa di Kuil Asakusa, Tokyo @nesia-2010

Setelah hampir tiga bulan tak melanjutkan “kelas” bincang-bincang dengan kawan Jepang, yang itu juga ditandai dengan pergantian tahun Masehi, kelas kembali kami gelar. Tentu saja, tema pembicaraan tidak lepas dari soal pergantian tahun.

Amane: Nesia-san sebenarnya gak merayakan tahun baru, yah?

Saya: Hm. Ya, sebenarnya tidak. Tapi karena itu jadi momen yang berefek di seluruh dunia, mau tidak mau terimbas juga ke saya dan keluarga. Paling tidak, anak-anak libur. Amane sendiri, bagaimana melewati tahun baru?

Amane:

Selengkapnya…

SURAT DARI TATSUTA SENSEI

Pergantian tahun baru Masehi baru saja lewat. Kali ini, saya tidak mengirimkan ucapan selamat tahun baru satupun pada kenalan-kenalan orang Jepang. Tahun lalu, saya gunakan momen ini untuk menyambung kabar dengan mereka, meski saya sudah kembali ke tanah air. Tidak hanya sekedar mengirimkan email, tapi beberapa kenalan saya telepon langsung. Salah satunya adalah Tatsuta Sensei, seorang kakek-kakek Jepang. Selama empat tahun, setiap Sabtu siang, ia mengajari saya Bahasa Jepang di Fujisawa Bunka Senta. Ia tak pernah terlambat. Serius, tidak

Selengkapnya…