Statistik

Online: 0
Visits today: 0
Total visits: 39925

Didi dan Bulan

Lihat Shabondamaku

Di suatu sore di Fujisawa, sebagai bagian dari rutinitas harian, saya naik sepeda dengan Si Bungsu duduk di belakang. Sore sudah tua, dan bulan tampak meski malam belum sempurna muncul. “Mama, itu han-mangetsu”. Dia kreatif menamai bulan sabit: setengah purnama. Istilah yang sebenarnya tidak dikenal dalam masyarakat Jepang. Tapi saya suka dan tidak merasa perlu mengoreksinya. Biarkan dia senang dengan kreasinya sendiri.

“Mama, kenapa ya belum malam sudah ada bulan?”

“Karena

Selengkapnya…