Statistik

Online: 0
Visits today: 0
Total visits: 39925

Zaman Baik atau Buruk

"…this world…"

Pada suatu pagi, saat sarapan, Si Sulung dan Si Tengah terlibat diskusi yang cukup serius. Saya tidak begitu memperhatikan, sampai Si Tengah kemudian bertanya,

“Mama, menurut Mama, lebih baik zaman sekarang daripada zaman dulu, kah?”

“Tergantung.”

“Menurut saya lebih baik zaman sekarang. Bukankah dulu sering terjadi perang? Bukankah dulu sedikit orang yang belajar mengaji? Kata Mama, Mama baru lancar mengaji waktu SMP? Saya

Selengkapnya…

Mama, Baito Wo Shitai Yo...

Messy Corner

“Mama, aku berangkat yah…,” kata Si Sulung sambil menjejakkan kakinya di anak tangga terakhir.

“Sebentar, Mama harus ikut… Sudah gak ada yang lupa? Sikat gigi? Baju ganti?” kata saya sambil menyematkan peniti di jilbab.

Dia hanya menggeleng, berlalu ke dapur dan mengambil segelas air minum.

“Syut-syutnya sudah dibawa?” syut-syut adalah istilah obat semprot untuk asma. Dia menggeleng.

Selengkapnya…

Sok Tahu

which one

“Ibu sudah sembuh?” saya mengirimkan pesan singkat ke hp seorang kawan yang hari sebelumnya tidak masuk kuliah karena sakit. Beberapa menit menunggu, ia tak membalas. Saya mengiriminya lagi pesan.

“Btw, ada kabar gembira, Bu. Kemarin hasil UTS mata kuliah x sudah dibagikan. Ada satu orang yang nilainya 100++, dan saya yakin yang dapat nilai itu, Ibu. Dan kata Pak Dosen, akan dibebaskan dari UAS, nilainya sudah A+,” demikian isi pesan

Selengkapnya…

No More File

filing is fun

Seperti biasa. Mendekati akhir semester, hampir semua teman di kelas kasak-kusuk melengkapi catatan. Ada yang memang berhalangan hadir dan mengantisipasi ketidakhadirannya itu dengan menitip recorder dan pesan agar nanti diizinkan mengkopi catatan. Tapi ada juga yang sepertinya santai, seakan-akan sudah tahu nanti akan ada lagi file-resume yang akan dikirimkan massal ke seluruh anggota kelas.

Di kelas kami, selain saya, ada satu kawan yang biasa merekam dan membuat ringkasan kuliah berdasarkan

Selengkapnya…

Mempertahankan Relasi Bermasalah, Ada Apa? (2)

a glass of love, ikaga desu ka.

Siang itu, usai Suzuki-san menangis tak tertahankan via telepon dan menceritakan konfliknya dengan sang supir, saya menawarinya untuk segera menemuinya. Meski banyak agenda lain dan saat itu anak-anak juga bersama saya, tapi saya pikir keadaannya sungguh fragile sehingga saya merasa kuatir bila terjadi sesuatu yang lebih buruk. Terbayang bila itu terjadi pada saya, di negeri orang, sendirian, diancam orang yang mengantar ke mana-mana, tak bisa cerita ke suami, tak pula

Selengkapnya…

Mempertahankan Relasi Bermasalah, Ada Apa? (1)

My Name is Ichou

Saya sedang asyik menyimak percakapan Si Tengah dan dokter mata yang mengobatinya tentang sebab mata jadi plus dan minus, ketika tiba-tiba hp dalam tas bergetar. Sekali, dua kali, tak saya pedulikan. Tapi terus saja bergetar. Membuat saya penasaran dan meraihnya. Tertera nama seorang kawan Jepang, sebut saja Suzuki-san, di layarnya. Ada apa dia menelepon? Orang Jepang jarang sekali mau menelepon tiba-tiba. Mereka sangat enggan mengganggu, mereka lebih suka mengirim pesan

Selengkapnya…

Budaya, Landasan Bersikap?

water in charge

Di kelas kami, saban hari mahasiswi menyediakan air mineral di meja dosen. Supaya dosen bisa membasahi kerongkongannya kapanpun beliau butuh untuk itu.Tanpa harus meninggalkan kelas ke ruang istirahat dosen, atau sebaliknya, menahan haus dan akhirnya tanpa sadar terbiasa kekurangan cairan. Lalu akhirnya mudah sakit. Air sangat penting bagi kesehatan, karenanya salah satu tips untuk tetap hidup sehat adalah senantiasa menyediakan air minum di manapun kita berada.

Beberapa hari yang lalu, kemasan air mineral

Selengkapnya…

No Exams No Good

stimulating brain

Kami sedang mempertimbangkan pilihan memindahkan anak-anak dari sekolah mereka sekarang. Pindah sekolah selalu tidak mudah. Apa benar sekolah yang dituju akan lebih baik dari sekolah yang lama? Dari sisi mana saja bisa dikatakan lebih baik? Namun begitu, kami mulai melakukan kunjungan-kunjungan ke calon sekolah.

Saya mendatangi sebuah sekolah di dekat rumah, baru buka di bulan Juli ini. Lumayan kalau cocok di sana, anak-anak bisa ke sekolah dengan bersepeda. Jalanan yang menghubungkan

Selengkapnya…

Diet

Bento

halalun thoyyibah

Untuk menyemangati diri kembali membuat bento (bekal makan di luar rumah), beberapa waktu lalu saya menjadikan foto bento suami sebagai profile picture di BB saya. Di luar perkiraan, ada 4-5 orang menanyakan foto tersebut, bahkan minta resepnya.

Geli sebenarnya, karena ini karya orang yang tidak betah di dapur, dan tidak dibesarkan untuk biasa masak. Saya baru mulai belajar masak setelah menikah, yang, payahnya, itupun langsung di negeri orang, di negeri samurai

Selengkapnya…

Mandeg

being pro? hm…

Hm, mandeg lagi menulis. Tidak, sebenarnya tidak mandeg. Saya menulis banyak… catatan kuliah. *smile to my self*. Sebenarnya tidak ada alasan yang pantas saya kemukakan kenapa mandeg. Sebabnya akhirnya berpulang pada kenyataan bahwa azzam saya masih belum begitu kuat untuk berbuat lebih banyak dalam mengisi waktu. Kalau azzam itu kuat, pasti akan ada jalan keluar mengatur aktifitas. Saya sendiri jengah mendengar orang beralasan, apalagi alasan klise, “tak ada waktu”. Benarkah?

Hm. Baiklah. Setelah pengakuan apa adanya, di

Selengkapnya…