Statistik

Online: 0
Visits today: 0
Total visits: 39925

Wisuda

kullukum ra'in mas-uwlun…

Hari ini Si Sulung wisuda. Kami diminta mewakili orang tua menyampaikan pidato. Suami menunjuk saya, saya mengelak dengan dua alasan. Pertama, tanggung jawab keilmuan ada pada Bapak Doktor. Kedua, asasnya adalah arrijaalu qawwaamuwna ‘alaa nnisaa’. Nanti, kalau kita sudah selevel, bolehlah nunjuk ke saya. Make a simple speech. School is the second home for our children. Before we blame any school, blame ourselves as the parents. But thanks the school for overtake our responsibility

Selengkapnya…

#Burung Kecil dan Awan: Sembunyi

Teman Kecilku

Burung kecil terpekur di antara ranting

Mencoba sembunyi dari kejaran awan

Nafasnya menderu, paruhnya tak bisa terkatup

Dengan apa aku harus sembunyi darimu, Awan?

Lirihnya

Sedangkan dedaunan meranggas

Dan rantingpun tak suka aku hinggapi

Dan kau, Awan, memayungi bumi

Di manapun aku terbang

Selengkapnya…

#Awan dan Burung Kecil: Biarkan

Langit Senja Jakarta nesia@2010

Aku, tak ingin memaksamu menurunkan hujan.

Meski ku tahu, uap air itu sudah menjenuhkan tubuhmu, Awan.

Menghalangi gerakmu menaungi bumi demi bumi.

Yang pepohonannya telah menengadah memohon tetes, rintik pun deras darimu.

Aku, mengerti.

Semua pemaksaan itu tak berakhir baik.

Jadi biarkan saja.


Selengkapnya…

Besok, Hari Terakhir Kuliah di Kampus Negeri Hikmah

“Mbak, Kamis besok kita makan-makan di kelas, ikutan ya. Siapkan hadiah, kita tukar-tukaran.”

Seorang kawan dekat mengirimkan pesan singkat di HP.

“Mudah-mudahan bisa. Hadiah, siap.”

Saya tak yakin bisa mengikuti acara ini. Meski saya, insya Allah, akan ada di kampus. Dosen pembimbing saya cukup unik -Alhamdulillah ‘ala kulli hal-, sehingga bisa bertemu langsung dengan beliau adalah sebuah kemewahan yang tak ingin saya pertaruhkan dengan sebuah

Selengkapnya…

Kembali

يا نفسي، متى سوف تصنعه مرة أخرى؟

Lama sekali tak menulis di sini. Dan entah, di tengah malam ini, jenuh mencari sumber sebuah hadis, saya kembali. Meghempaskan sejenak lelah, mengais ide, untuk sebuah tugas yang saya biarkan mengikat jiwa hingga tiga pekan ke depan.

Kau tahu, banyak hal yang terjadi dan tak sempat terekam.

Ah, satu persatu berlompatan di alam pikiran. Saya bingung mana dulu yang perlu saya tangkap.

Selengkapnya…