Statistik

Online: 0
Visits today: 0
Total visits: 39925

Mensyukuri Karunia

泳ぎしましょう

Setelah hampir 10 tahun di sini, kemarin adalah “debut-renang” pertama tanpa ada yang menemani. Demi kesembuhan, segala kemalasan dan keengganan harus dilawan. Sudah banyak sekali yang menyarankan saya untuk berenang. Sepertinya lumayan ‘keterlaluan’ tidak mewujudkan penerimaan nasehat itu dalam aksi nyata. Khawatir akan kena semacam karma jika tidak menggubrisnya. Kolam renang kompleks juga sangat bagus dan biasanya sepi.

Sebenarnya niat ini sudah lama, tapi selalu saja tidak jadi karena rasa jengah untuk memulainya. Selalu ingin ada anggota keluarga yang menemani. Hingga kemudian tuntutan upaya nyata menuju sembuh semakin tak bisa lagi ditunda. Dua hari yang lalu, saya mulai menyiapkan perlengkapan. Ujian pertama datang: baju renang tidak ditemukan, meski sudah cari di mana-mana. Tapi niat ini harus diwujudkan. Secepatnya. Jadi pesan baju renang lagi. Tak mengapa, baju renang yang dicari itu akan ditemukan dan bisa digunakan orang lain. Penyelamatan ‘kemauan’ ini yang lebih penting dirawat. Sebelum padam lagi dan akhirnya berlalu waktu yang panjang hingga akhirnya menguap sama sekali.

Tiba di gerbang kolam renang, nyali mengecil melihat ada sekitar empat mobil parkir di sana. Ingin membatalkan, tapi lagi-lagi, hati kecil mengatakan, kalau tidak hari ini, tidak akan mulai. Dengan berat hati tas perlengkapan renang saya bawa turun dari mobil.

Tidak ada suara-suara. Saya melangkah masuk, dan betapa senangnya tak ada suara cipratan air, tak ada suara orang mengobrol, dan air kolam renang tak terusik sama sekali. Sendirian!

Ketika melangkah lebih dekat, saya baru tahu ada beberapa ibu-ibu muda yang sedang menggunakan peralatan fitness. Dua atau tiga orang. Hm… empat mobil di depan, satu orang satu mobil kah? Atau hanya supir-supir yang mencari tempat paling nyaman untuk rehat menunggu panggilan tugas?

Renang berhasil: lima kali menempuh jarak 30 meter, pergi pulang berarti sekitar 300 meter. Saya menyukai hangat matahari, juga panasnya lantai ketika menjejakkan kaki di atasnya.

Total waktu sejak meninggalkan rumah dan kembali dan siap untuk berangkat ke tempat pertapaan sekitar dua jam. Permulaan yang baik. Bisa mandiri itu memang menyenangkan. Alhamdulillah.

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>